Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Oktober 2016

Misteri Pedang Zulfiqar , Pedang Andalan Nabi Muhammad




Diceritakan dalam sejarah bahwa Nabi Muhammad SAW memiliki banyak pedang. Jumlahnya sendiri sekitar 9 dan masing-masing memiliki nama serta sejarahnya masing-masing, entah darimana asalnya atau kapan dipakainya oleh Nabi. Dari semua pedang yang beliau miliki, bisa dikatakan bahwa pedang Zulfiqar adalah yang paling populer . Pedang satu ini sangat unik dan luar biasa, pedang ini selalu dianggap sebagai senjata yang paling mematikan di masanya.Ya, Zulfikar dikatakan oleh para sejarawan sebagai salah satu pedang legendaris di dunia. Tak hanya karena fisiknya yang luar biasa, tapi juga cerita sejarah dan juga soal rumor-rumor yang menyelimutinya. Misalnya saja tentang keberadaan Zulfikar yang disembunyikan dan baru akan ditunjukkan jika sang Mahdi yang sesungguhnya sudah muncul. Tentu tidak hanya itu saja, masih banyak hal-hal unik dan menarik lainnya soal pedang yang sering disebut sebagai kebanggaan Nabi ini. Simak ulasan lengkapnya berikut, seperti yang dikutip dari boombastis.com.

Asal Mula Zulfikar yang Belum Pasti



Dengan pamor yang meluas seperti itu, siapa sangka jika hal-hal mendasar soal Zulfikar justru masih belum diketahui. Misalnya saja tentang awal mula keberadaan pedang satu ini. Ya, hingga hari ini masih belum benar-benar diketahui dari mana Zulfikar berasal. Namun, meskipun seolah buta soal orisinalitas pedang hebat ini, tapi di luar sana beredar dua teori populer tentang asal usul Zulfikar.

Teori pertama mengatakan jika pedang ini dibuat oleh seorang pandai besi asal Arab. Hanya itu saja, tidak diketahui apakah Nabi yang memang memesan atau kah si pandai besi itu yang memberikannya secara cuma-cuma kepada Nabi Muhammad SAW.
Jika teori pertama seperti itu, yang kedua justru lain. Teori kedua mengatakan jika pedang Zulfikar ini merupakan hasil rampasan perang. Mana yang benar tidak diketahui, tapi yang jelas Nabi Muhammad benar-benar memuji pedang ini karena kualitasnya yang luar biasa.

Bentuk Unik Zulfikar



Selain soal asal usul, hal yang paling unik soal Zulfikar tentu adalah bentuk fisiknya sendiri. Tak seperti pedang lain pada masanya, bentuk Zulfikar bisa dikatakan cukup nyentrik. Ia melengkung seperti Schimitar, tapi punya ujung terbelah (Bermata Dua). Jadi, bagian atas pedangnya memiliki percabangan.

Tidak diketahui juga kenapa bentuk ujungnya harus bercabang seperti itu. Namun, dari teori yang beredar, hal ini ternyata memiliki tujuan khusus. Alasan kenapa ujungnya bercabang tak lain karena ini bisa membuat penggunanya melakukan manuver khusus dengan memanfaatkan bagian yang terbelah tadi. Entah untuk mencongkel sesuatu atau apa pun yang bisa dilakukannya.

Pedang Nabi yang Diberikan Kepada Ali



Zulfikar selama bertahun-tahun selalu berada di genggaman Nabi Muhammad. Namun, diceritakan dalam banyak sejarah kalau pedang ini pada akhirnya diberikan kepada sayyidina Ali Bin Abi Thalib, sahabat terdekat Nabi yang juga dikenal sebagai khalifah ke empat.

Kisahnya diawali ketika Nabi Muhammad melihat pedang sahabat Ali yang rusak dalam sebuah peperangan. Kemudian dengan serta merta, Nabi pun memberikan pedang Zulfikar kepada sang menantu ini dan mulai saat itu si pedang legendaris berganti pemilik. Berada di tangan Ali Bin Abi Thalib, Zulfikar makin tak tertandingi. Ya, hal tersebut tak lain dikarenakan Ali Bin Abi Thalib juga merupakan salah satu kesatria paling mengesankan dalam sejarah Islam selain Khalid Bin Walid.

Zulfikar dan Imam Mahdi



Tak hanya diidentikkan dengan Nabi Muhammad dan Ali Bin Abi Thalib, Zulfikar juga lekat dengan sosok Imam Al-Mahdi, sang juru selamat akhir zaman. Sering diceritakan jika nanti menjelang hari akhir, Imam Mahdi akan muncul dan beliau bakal dipercaya untuk menggenggam lagi untuk yang terakhir kalinya sang pedang nabi.

Soal keberadaan Zulfikar sendiri, tentu ini masih jadi hal yang misterius pula. Menurut cerita, pedang ini dulu ditenggelamkan oleh Ali Bin Abi Thalib karena alasan yang tak diketahui. Sehingga keberadaannya pun tak terendus sampai hari ini. Tapi, ada juga yang mengatakan jika Zulfikar sudah ditemukan dan saat ini masih disimpan rapat-rapat. Ia baru akan ditunjukkan jika sang Mahdi sudah benar-benar muncul untuk memerangi Dajjal.

Inilah Zulfikar, pedang kebanggaan Nabi yang luar biasa. Tak hanya punya fisik yang sangat unik dan tangguh, tapi ia juga mengandung nilai sejarah yang penting. Belum lagi soal rumor yang menghubungkannya dengan sang juru selamat Al Mahdi. Apa pun itu, namun yang jelas pedang ini pernah eksis dan jadi andalan Nabi Muhammad dalam berbagai pertempuran sengit.

Source :
boombastis.com
terslubung.in
Read More

Kamis, 29 September 2016

7 Mualaf Berpengaruh di Dunia

Mualaf adalah sebutan bagi mereka yang mengubah keyakinan atau agama merekea sepenuhnya dari non-islam menjadi islam. Meski tak memeluk islam sejak lahir, ternyata tak sedikit dari kaum mualaf yang menjadi pejuang islam dan akhirnya memiliki pengaruh yang besar di dunia islam.

Berikut adalah 7 Mualaf Paling Berpengaruh di Dunia, seperti dikutip dari paling-unik.com.

1. Bilal Philips



Abu Amina Bilal Philips atau yang bernama asli dennis bradly Philips. Pria berdarah jamaika ini menghabiskan masa kecilnya di kanada. Kecintaannya terhadap muslim memberinya kesempatan kepada pria berumur berusia lebih dari 60 tahun ini menjelajah ke berbagai Negara termasuk malasyia dan Indonesia pada tahun 1960an.
Di dua Negara berpenduduk mayoritas islam ini Philips mulai tertarik mempelajari islam dan memutuskan untuk mempelajari islam secara intensif. Pada tahun 1990an Philips bekerja di department agama arab Saudi. Kala itu sedang terjadi perang teluk. Saat tentara amerika serikat bermarkas disana, Philips terpilih untuk memberi materi seputar islam kepada mereka. Hasilnya sekitar 3000 serdadu amerika menjadi muallaf karenanya.

2. Daniel Strech



Daniel Strech adalah salah seorang anggota partai rakyat swiss atau SPD di Switzerland. Dia merupakan politikus terkenal karena sikapnya yang sangat keras menentang pembangunan masjid di seluruh swiss. Daniel berusaha mengerti dan mempelajari al-quran dan ajaran ajaran islam dengan tujuan untuk melawan kaum muslim.

Ditengah usahanya ini Daniel mengakui kebenaran al-quran dan menjadi seorang muslim. Setelah menjadi mualaf, Daniel memfokuskan kegiatannya untuk berpartisipasi dalam pembangunan partai demokrat baru. Gerakan ini memfokuskan diri dalam mentoleransi beragama, mempromosikan nilai nilai perdamaian dan kerjasama dalam kehidupan.

3. Suhaib Webb 



Pada usia 14 tahun krisis keyakinan terjadi pada diri shuaib webb yang menjelma dari ketidak percayaan pada agama yang dipeluknya. Ia menjadi disc jockey hip hop dan menjadi produser lokal yang sukses dan melakukan rekaman bersama sejumlah artist. Namun ditengah kesuksesannya itu ia tak merasa bahagia dan akhirnya menemukan islam. Setelah menjadi muallaf suhaib webb meninggalkan karirnya dan mendalami ilmu ilmu islam.
Pria asal amerika ini juga kerap menjadi imam dan pemuka agama bagi komunitas komunitas di seluruh penjuru amerika. Selain itu, pria yang berprofesi sebagai dosen dan aktivitis itu pernah menggalang dana 200 juta rupiah untuk janda dan pemadam kebakaran yang tewas dalam serangan. Atas aksinya tersebut pada tahun 2010, royal Islamic study center memasukkan namanya kedalam daftar 500 muslim paling berpengaruh di dunia.

4. Ingrid Mattson



Islamic society of north amerika atau ISNA sepertinya tepat memilih Ingrid mattson sebagai orang nomor 1 sebagai pemimpin organisasi besar dan berpengaruh di amerika. Wanita kelahiran kanada 50 tahun silam ini sempat menjadi atheis atau orang yang tidak mempercayai tuhan. Namun ketika menimba ilmu di salah satu universitas di amerika dan memilih jurusan seni dan filsafat disitulah ia mengenal islam. Setelah menjadi muallaf tahun 1986, Ingrid pun langsung memutuskan menggunakan jilbab. Kemudian pada tahun 1987 ingrid memutuskan pergi ke Pakistan untuk menjadi relawan kemanusiaan.

Setelah mendapatkan gelar doctoral di universitas Chicago pada tahun 1999 ia terus aktif mendidik muslim kanada untuk menjadi partisipan aktif dalam masyarakat. Pada inagurasi barack Obama setelah ia menang dalam pemilu presiden amerika serikat, nama Ingrid mattson pun masuk kedalam daftar tokoh salah satu yang diundang barack obama.

5. Abdullah Takazawa



Nama aslinya adalah taki takazawa. Secara penampilan ia tampak seperti anggota mafia jepang atau yakuza. Selama 20 tahun memang takazawa berprofesi sebagai pembuat tatto anggota geng paling ditakuti di negeri matahari terbit itu. Namun sekarang takazawa menjadi satu dari 5 imam masjid besar di jepang.
Berkenalannya dengan islam berawal ketika takazawa melihat seorang kulit putih berjanggut di Syria. Orang berjanggut putih itu memberi selembar kertas dan menyuruhnya membaca kalimat yang tertera. Pertemuan dengan orang tersebut membekas di benak takazawa. Takazawa pun melaksanakan ibadah haji dan menimba ilmu beberapa bulan di mekkah.

6. Alexander Russell Web



Di akhir abad 19 dunia jurnalistik amerika mulai memasuki era baru. Pengaruh dunia tulis menulis sangat besar dan efektif dalam membentuk opini masyarakat. Salah seorang yang berperan dalam dunia tersebut adalah alexander russel webb. Awalnya alexander membuka diri dari berbagai agama dan merasakan ketertarikan terhadap islam.
Tahun 1893, ia mengundurkan diri dari sang diplomat amerika di filiphina. Di negeri paman sam inilah ia memulai dakwahnya tentang islam. Diawal abad 20 alexander semakin dikenal sebagai muslim yang giat dan loyal dalam mendakwahkan islam di amerika.

7. Malcolm X



Terlahir sebagai seorang kulit hitam, Malcolm X dimarginalkan karena masyarakat amerika masih sangat rasis saat itu. Karena kasus criminal yang dilakukannya selama 8 tahun Malcolm menjerat jeruji besi. Namun saat itulah ia mulai terpengaruh dengan pemikiran pemikiran Negara islam yang dibawa oleh salah satu kelompok yang menyimpang yaitu nation of islam. Setelah sempat menyetarakan hak hak kulit hitam dengan kulit putih, Malcolm kemudian melihat kekeliruan gerakan yang dipimpinnya itu lalu meninggalkannya.
Ketika Malcolm menunaikan ibadah haji pada 1964, ia menemukan hakikat islam. Ia pulang ke amerika kemudian mengajarkan nilai nilai islam ke masyarakat afrika amerika di lingkungannya. Pada 1965 malcolm dibunuh oleh anggota nation of islam, namun Malcolm X dianggap mempunyai pengaruh yang besar bagi perjuangan umat muslim di amerika dan bersamaan hak warga hitam yang termarjinalkan.

Source :
paling-unik.com
terselubung.in
Read More

Misteri Kerajaan Sriwijaya TERUNGKAP!




Misteri sejarah Kerajaan Sriwijaya di Palembang semakin terkuak dengan ditemukannya sisa reruntuhan dari bangunan Kerajaan Sriwijaya dan pecahan barang kuno yang berumur ratusan tahun. Situs sejarah ini ditemukan di pusat wisata heritage Taman Bukit Siguntang (TBS) Palembang

Seperti yang dikutip dari liputan6.com, Sisa bangunan dan barang kuno tersebut ditemukan setelah diadakannya penggalian di salah satu lahan TBS Palembang. Dari penggalian seluas 6 meter lahan tanah, ternyata ditemukan bekas reruntuhan bangunan menggunakan batu bata besar yang tertimbun tanah di kedalaman 35 meter.

Diungkapkan Retno Purwanti, Ketua Pelaksana Penggalian Situs, Badan Arkeologi Palembang, penemuan ini diawali saat petugas TBS Palembang menggali tanah saat membuat MCK dan tidak sengaja menemukan banyaknya batu bata yang berukuran besar.

“Awalnya batu bata tersebut dibuang saja oleh petugas TBS Palembang. Tapi ada salah satu petugas yang tahu bahwa batu bata tersebut merupakan batu yang berbeda dari biasanya. Temuan tersebut langsung dilaporkan ke kita dan langsung dilakukan penggalian. Ternyata benar, disini ada bekas bangunan bersejarah yang sudah tertimbun,” katanya kepada liputan6.com, saat ditemui di lokasi penggalian Taman Bukit Siguntang (TBS) Palembang.

Dari bentuk struktur bangunan, kemungkinan bangunan tersebut merupakan rumah ibadah Wihara di sekitar Kerajaan Sriwijaya. Karena saat Kerajaan Sriwijaya berkuasa, mayoritas warganya menganut agama Buddha. Penggalian yang dilakukan dari hari Selasa (7/10/2014) hingga Sabtu (11/10/2014) ini juga menemukan pecahan barang-barang antik lainnya, yaitu pecahan keramik, kaca, manik-manik dan gerabah. Kemungkinan, pecahan barang ini berasal dari Dinasti Song pada abad 10 yang digunakan di zaman Kerajaan Sriwijaya.

Ada 12 peneliti dan teknisi yang dikerahkan untuk mengumpulkan peninggalan situs ini. Bahkan, mereka menggandeng para civitas kampus bidang Ilmu Sejarah untuk membantu penggalian dan pengumpulan situs bersejarah ini. Hasil temuan tersebut akan dibawa ke kantornya untuk diteliti lebih lanjut mengenai usia pecahan barang antik dan jenisnya apa.

Setelah pengumpulan barang temuan selesai, lokasi di areal penggalian akan ditutup sementara dan akan digali kembali pada tahun depan. Karena pihaknya menilai akan banyak lagi temuan yang bisa dikumpulkan di lokasi yang dipercaya merupakan pusat Kerajaan Sriwijaya ini.
“Mungkin sampai Sabtu siang ini saja kita lakukan penggalian. Karena dananya kurang untuk tahun ini. Rencana dilanjutkan tahun depan. Sebenarnya di TBS ini banyak yang bisa ditemukan, tapi kita masih terbentur dana penelitian,” paparnya.

Ditambahkan Kemas A.R. Panji, Tim Penggalian Situs dan Dosen FKIP Ilmu Sejarah Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fattah Palembang, struktur batu bata di sisa bangunan tersebut terlihat lebih lebar dan pipih. Sehingga hal itulah yang membuat para peneliti yakin bahwa bangunan tersebut merupakan peninggalan sejarah.

“Kalau kita perhatikan, memang beda dari lebar dan komponen batu batanya. Lebih lebar dan pipih, sedangkan batu bata sekarang berbentuk persegi empat dan tidak lebar. Struktur bangunannya juga kemungkinan tempat ibadah, bisa juga seperti kolam. Kita belum tahu dan masih akan diteliti lagi,” ucapnya.
Sebelumnya, sudah banyak peninggalan bersejarah lainnya yang ditemukan di TBS Palembang, diantaranya patung arca, batu, perunggu dan stupa. Temuan yang utuh disumbangkan ke Museum Bala Putra Dewa Palembang.

source :
terselubung.in
liputan6.com
Read More

Foto Wonosobo Tempo Dulu

Sejarah Kota Wonosobo

Berdasarkan cerita rakyat, pada awal abad ke-17 tersebutlah 3 orang pengelana masing-masing bernama Kyai Kolodete, Kyai Karim dan Kyai Walik, mulai merintis permukiman yang diketahui saat ini bernama Wonosobo. Selanjutnya, Kyai Kolodete bermukim di Dataran Tinggi Dieng, Kyai Karim bermukim di daerah Kalibeber dan Kyai Walik bermukim di sekitar Kota Wonosobo sekarang.

Dikemudian hari, dikenal beberapa tokoh penguasa daerah Wonosobo seperti Tumenggung Kartowaseso sebagai penguasa daerah Wonosobo yang pusat kekuasaannya berada di Selomanik. Dikenal pula tokoh yang bernama Tumenggung Wiroduta sebagai penguasa Wonosobo yang pusat kekuasaannya berada di Pecekelan-Kalilusi, yang selanjutnya dipindahkan ke Ledok, Wonosobo, atau lebih dikenal sebagai Plobangan saat ini.

Salah seorang cucu Kyai Karim juga disebut sebagai salah seorang penguasa Wonosobo. Cucu Kyai Karim tersebut dikenal sebagai Ki Singodewono yang mendapat hadiah suatu tempat di Selomerto dari Keraton Mataram serta diangkat sebagai penguasa daerah ini namanya diganti menjadi Tumenggung Jogonegoro. Pada masa ini pusat kekuasaan dipindahkan di Selomerto. Setelah meninggal dunia, Tumenggung Jogonegoro dimakamkan di desa Pakuncen.

Selanjutnya pada masa Perang Diponegoro ( 1825 - 1830 ) , Wonosobo merupakan salah satu basis pertahanan pasukan pendukung Diponegoro. Beberapa tokoh penting yang mendukung perjuangan Diponegoro adalah Imam Misbach atau kemudian dikenal sebagai Tumenggung Kertosinuwun, Mas Lurah atau Tumenggung Mangkunegaraan, Gajah Permodo dan Kyai Muhamad Ngarpah.
 Dalam pertempuran melawan Belanda, Kyai Muhamad Ngarpah berhasil memperoleh kemenangan yang pertama. Atas keberhasilan itu, Pangeran Diponegoro memberikan nama kepada Kyai Muhamad Ngarpah dengan nama Tumenggung Setjonegoro. Selanjutnya Tumenggung Setjonegoro diangkat sebagai penguasa Ledok dengan gelar nama Tumenggung Setjonegoro.

Eksistensi kekuasaan Setjonegoro di daerah Ledok ini dapat dilihat lebih jauh dari berbagai sumber termasuk laporan Belanda yang dibuat setelah Perang Diponegoro berakhir. Disebutkan pula bahwa Setjonegoro adalah bupati yang memindahkan pusat kekuasaan dari Selomerto ke daerah Kota Wonosobo saat ini.

Dari hasil seminar Hari Jadi Wonosobo 28 April 1994, yang dihadiri oleh Tim Peneliti dari Fakultas Sastra UGM, Muspida, Sesepuh dan Pinisepuh Wonosobo termasuk yang ada di Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Pimpinan DPRD dan Pmpinan Komisi serta Instansi Pemerintah Wonosobo yang telah menyepakati Hari Jadi Wonosobo jatuh pada tanggal 24 Juli 1825.

Berikut ini admin mau share sedikit koleksi photo Wonosobo Tempo Doeloe yang dikutip dari wonosobozone.com :


Pusat kota wonosobo (1976) Sekarang Taman Plaza
jl-pasukan-ronggolawe
Jalan Pasukan Ronggolawe (1976)

Ini adalah kumpulan Foto-foto yang menggambarkan keadaan kota Wonosobo pada era tahun 1976, Foto-foto yang menggambarkan betapa Wonosobo sangat asri dengan bangunan-bangunan yang artistik, Jepretan Foto pusat kota Wonosobo sangat indah, suasana di Jalan Serayu pun demikian sangat rapi, terasa tenang dan bersahaja, di Jalan Pasukan Ronggolawe dan Jalan Sumbing yang masih berantakan oleh material untuk pembuatan trotoar tak mengurangi gambaran suasana tentram dan damai pada masa itu.
jl-serayu
Jalan Serayu (1976)

Wonosobo saat ini jauh berbeda dengan Wonosobo tempo doeloe. sekarang lebih bising, lebih ramai dan semrawut, meski Wonosobo saat ini masih lebih terasa tenang dan sejuk bila dibandingkan dengan kota-kota lain di sekitar wonosobo yang relatif lebih tenang dibanding kota-kota besar di Jawa Tengah maupun Indonesia pada umumnya, Foto-foto ini bukti dan saksi-saksi sejarah Perubahan Wonosobo masa lampau.

jl-sumbing
Jalan Sumbing (1976)
Ini adalah beberapa foto Alun-Alun Wonosobo pada masa sekitar tahun 1972, kejadian pada saat perayaan HUT wonosobo pada tahun itu.


Wonosobo Tempo Doeloe 5
Wonosobo Tempo Doeloe 4
Wonosobo Tempo Doeloe 3


Wonosobo Tempo Doeloe 2

Wajah Pendopo Kabupaten Wonosobo pada tahun 1939.


Komplek percandian Dieng, salah satu aset Wonosobo yang harus kita jaga kelestariannya.



Lokasi ini sekarang Jl. A.Yani sekitar jembatan layang antara Rita dan Pasar Induk, ternyata lokasi ini sudah terlihat padat sejak jaman dulu, tidak heran bila sekarang menjadi salah satu lokasi yang hampir setiap saat terjadi kemacetan, disinilah pusat perekonomian Wonosobo dari dulu hingga sekarang.

Berikut adalah photo Potret kehidupan kalangan bangsawan Wonosobo di masa lalu:


Kledung Pass, perbatasan Wonosobo-Temanggung, keindahannya menjadi daya tarik sejak dulu.

Mata Air mangli sudah menjadi pemandian sejak dulu

Telaga Menjer tahun 1920
BNI Wonosobo Tempoe Doeloe
Taman Kartini
Foto-foto diatas  dari beberapa sumber, semoga bisa menambah wawasan kita tentang Wonosobo.

Source : 
wonosobozone.com
id.wikepedia.org
Read More

Selasa, 30 Agustus 2016

Penemuan Dwaraka - Kota Sri Krishna yang Tenggelam



Peristiwa masa lalu adalah SEJARAH. Lama kelamaan sejarah ini bercampur dengan bumbu-bumbu tambahan yang bukan kejadian sebenarnya jadilah dia LEGENDA. Lama kelamaan legenda ini bercampur dengan tambahan-tambahan lagi dan didewa-dewakan, jadilah dia MITOS atau mythologi. Jadi hampir semua mitos dan legenda ada benang merahnya dengan sejarah. meskipung benang itu sangat tipis.

Seperti yang dikutip dari Alam Mengembang jadi Guru, Kerajaan Dwaraka adalah sebuah kerajaan yang didirikan wangsa Yadawa setelah melepaskan diri dari Kerajaan Surasena karena diserbu oleh raja Jarasanda dari Magadha. Kerajaan ini diperintah oleh Krishna Wasudewa selama zaman Dwapara Yuga. Wilayah Kerajaan Dwaraka meliputi Pulau Dwaraka, dan beberapa pulau tetangga seperti Antar Dwipa, dan sebagian wilayahnya berada di darat dan berbatasan dengan negeri tetangga yaitu Kerajaan Anarta. Wilayah tersebut terlihat seperti negara Yunani yaitu negeri dengan pulau-pulau kecil dan sebagian berupa wilayah daratan. Kerajaan Dwaraka kira-kira terletak di sebelah Barat Laut Gujarat.

Ibukotanya bernama Dwarawati (dekat Dwarka, Gujarat). Tapi kalau dilihat dari namanya, Dwaraka yang adalah bahasa Sanskrit ini berarti pintu-pintu, mirip babilon yang juga berarti pintu (baab)
Selama masa jayanya, Dwaraka adalah kota yang dikelilngi tembok dan berisikan taman yang indah, parit yang dalam, dan beberapa kolam istana (Wisnu Purana), namun diyakini telah tenggelam setelah kepergian Krishna. Karena pentingnya sejarah dan hubungan dengan Mahabharata, Dwaraka terus menarik arkeolog dan sejarawan selain ilmuwan.




Sri Krishna membunuh Kamsa (paman dari pihak ibu) dan menobatkan Ugrasena (kakek dari pihak ibu-Nya) menjadi raja Mathura. Hal ini membuat Marah mertua Kamsa, Jarasanda (raja Magadh) bersama dengan temannya Kalayavana menyerang Mathura 17 kali. Untuk keselamatan bangsanya, Yadava, Krishna memutuskan untuk memindahkan ibukota dari Mathura ke Dwaraka.
Sri Krishna dan kaumnya, Yadava meninggalkan Mathura dan tiba di pantai Saurashtra. Mereka memutuskan untuk membangun kota mereka di daerah pesisir dan dipanggillah Visvakarma, dewa konstruksi. Namun, Visvakarma mengatakan bahwa tugas bisa diselesaikan hanya jika Samudradeva, penguasa laut, menyediakan beberapa tanah. Sri Kresna membujuk Samudradeva, dan dengan senang Samudradeva memberi mereka tanah berukuran 12 yojanas dan selanjutnya, dibangunlah oleh Visvakarma kota Dwaraka, sebuah kota emas.
Dwaraka kemudian dikenal sebagai salah satu tempat suci selain Mathura dan Vrindavana pada masa itu.

Tenggelamnya Kota Dwaraka
Setelah Sri Krishna pergi ke tempat tinggal-Nya dan Yadawa utama kepala tewas dalam perkelahian di antara mereka sendiri, Dwaraka menjadi tenggelam di laut. Ini adalah gambaran yang diberikan oleh Arjuna dalam Mahabharata:

“Laut, yang menghantam pantai, tiba-tiba memecahkan batas yang ditetapkan oleh alam. Laut itu bergegas ke memasuki kota dan memenuhi jalan-jalan kota yang indah.. Laut menutupi segala sesuatu di kota.” Arjuna melihat bangunan indah tenggelam satu per satu Dia lalu mengamati istana Krishna.. Dalam hitungan beberapa saat semuanya berakhir. laut itu sekarang menjadi tenang seperti danau. tidak ada bekas . kota yang indah Dwarka, yang telah menjadi tempat favorit dari semua Pandawa, kini hanya nama, hanya kenangan “. – Mausala Parva, Mahabharata.
Sejarah Dwaraka

Kota Dwaraka telah diselidiki oleh para sejarawan sejak awal abad ke-20. Lokasi yang tepat dari kota pelabuhan telah menjadi perdebatan untuk waktu yang lama. Beberapa referensi sastra, terutama dari Mahabharata, telah digunakan untuk menunjukkan lokasi yang tepat.

Dwaraka disebutkan dalam Mahabharata (Mausala Parva) dan lampiran epik, Harivamsa, mengacu pada penenggelaman Dwaraka oleh laut. Dwaraka adalah sebuah negara kota membentang hingga ke Bet Dwaraka (Sankhoddhara) di utara dan Okhamadhi di selatan. ke timur hingga Pindata. 30 hingga 40 meter tinggi bukit di sisi timur Sankhoddhara yang tingginya 30-40 meter mungkin adalah Raivataka seperti yang dimaksud dalam Mahabharata.






Ekskavasi di Dwaraka menambah kepercayaan pada legenda Krishna dan perang Mahabharata, serta memberikan bukti yang luas bahwa pernah ada masyarakat yang sudah maju yang tinggal di daerah-daerah pemukiman seperti MohenjoDaro-Harappa.

Unit Arkeologi Kelautan (MAU) bersama-sama dengan Institut Oseanografi Nasional dan Survei Arkeologi India. Di bawah bimbingan Dr Rao, seorang arkeolog kelautan yang terkenal, membentuk sebuah tim yang terdiri dari para penyelam-fotografer dan para arkeolog. Teknik survei geofisika dikombinasikan dengan penggunaan gema-suara, penembus lumpur, sub-bottom profiler dan detektor logam di bawah air. Tim ini melakukan ekspedisi arkeologi laut sebanyak 12 kali antara tahun 1983-1992. Artefak dan barang antik yang ditemukan dikirim ke Laboratorium Penelitian Fisik untuk mengetahui usia artefak. Dengan menggunakan termo-luminescence, karbon dating dan teknik ilmiah modern lain, artefak yang ditemukan berasal dari periode antara abad 15 hingga abad ke-18 SM. Dalam karya besarnya, The Lost City Dwaraka, Dr Rao telah memberikan rincian penemuan-penemuan ilmiah dan artefak.



Antara tahun 1983 sampai 1990, kota yang dikelilingi dinding Dwaraka ditemukan, dengan daerah lebih dari setengah mil dari garis pantai. Kota ini dibangun pada enam sektor di sepanjang tepi sungai. Fondasi batu dinding kota yang didirikan membuktikan bahwa tanah itu direklamasi dari laut. Secara umum, kota Dwaraka yang dijelaskan dalam teks-teks kuno sesuai dengan kota bawah laut yang ditemukan oleh MAU.

Menurut penemuan, Dwaraka adalah sebuah kota makmur di zaman kuno, yang hancur dan dibangun kembali beberapa kali. Ekskavasi besar yang dilakukan oleh Z.D. Ansari dan M.S. Mate menemukan candi candi yang terkubur di dekat kota Dwaraka sekarang.



Kesimpulan dari ekskavasi-ekskavasi yang dilakukan adalah bahwa kota ini adalah sebuah kota pelabuhan yang makmur, dan bertahan sekitar 60-70 tahun di abad ke-15 SM sebelum tenggelam di bawah laut pada tahun 1443 SM (meskipun masih ada yang berpendapat bahwa dwaraka tenggelam sekitar 3102SM), tapi yang jelas kota ini berasal tidak lebih dari 5000 tahun yang lalu.

Di antara benda-benda yang digali yang terbukti memiliki koneksi dengan Dwaraka, epik Mahabharata adalah segel diukir dengan gambar binatang berkepala tiga. Epik Mahabarata menyebutkan segel yang diberikan kepada warga Dwaraka sebagai bukti identitas ketika kota itu terancam oleh Raja Jarasanda dari kerajaan Magadh. Fondasi batu dinding kota didirikan membuktikan bahwa tanah itu direklamasi dari laut sekitar 3.600 tahun yang lalu. Epik Mahabarata juga menyebutkan kegiatan reklamasi tersebut di Dwaraka. Tujuh pulau yang disebutkan di dalamnya juga ditemukan tenggelam di Laut Arab.






“Penemuan kota legendaris dari Dwaraka yang dikatakan telah didirikan oleh Sri Krishna, adalah sebuah tonggak penting dalam sejarah India. Karena Hal ini telah menghilangkan keraguan para sejarawan tentang historisitas Mahabharata dan keberadaan kota Dwaraka. Hal ini juga mempersempit kesenjangan sejarah India dengan adanya kelangsungan peradaban India dari era Veda sampai hari ini. Atau dengan kata lain, telah terbukti bahwa Krishna memang benar pernah ada. (meskipun tentu bukan dewa)

Dwaraka dibanjiri oleh tsunami?
Mungkinkah tsunami telah melanda pantai Gujarat untuk menenggelamkan kota kuno Dwaraka? Para ahli yang terkait erat dengan penemuan kota yang hilang di lepas pantai Saurashtra tidak menutup kemungkinan ini. Mereka mengatakan bahwa Mahabharata berbicara tentang laut yang tiba-tiba melanda kota setelah menghilangnya Dewa Krishna dan Arjuna mengambil cucu Krishna ke Hastinapura.

“The Bhagavata Purana (11.30.5) menyebutkan ‘ete ghora mahotpata dvarvatyam yama-ketavah, muhurtam api atra na stheyam ada Yadu-pungavah.”

Terjemahan harfiah adalah “Bencana ini telah menjadi simbol kematian dan bangsa Yadavas tak bisa bertahan di sini lebih lama lagi..” Hal ini mirip dengan kerusakan yang ditimbulkan tsunami yang mungkin terjadi pada Dwaraka kuno dan penduduknya.

Tapi ada tiga teks termasuk Harivamsa, Matsya Purana dan Bhagavat-gita, yang menyatakan bahwa butuh waktu tujuh hari untuk mengosongkan Dwaraka sebelum tenggelam oleh laut. Jika kita menganggap bahwa Dwaraka tenggelam akibat tsunami, gerakan bertahap dari laut tidak dapat dijelaskan.



Read More

5 Nama Indonesia Pada Jaman Dahulu



Tahukah kamu nama Indonesia berasal dari kata “Indo” dan “Nesie” yang dalam bahasa Yunani berarti kepulauan Hindia. Dan orang pertama yang menggunakan nama Indonesia untuk menyebut negara Indonesia adalah James Richardson Logan pada tahun 1869 di dalam buku karangannya yang berjudul “The Indian Archipelago and Eastern Asia” yang terbit dalam Journal of the Asiatic Society of Bengal (1849-1859).
Namun pada masa sajam colonial dulu, nama Indonesia sangat tabu untuk disebutkan, oleh sebab itu muncul beberapa nama atau sebutan yang telah diberikan oleh bangsa-bangsa asing untuk menamai Indonesia. Berikut ini adalah 5 nama lain Indonesia yang sempat diberikan oleh bangsa asing di masa lalu. Berikut info yang dikutip dari berjambang.blogspot.com.

Hindia
Nama Hindia adalah ciptaan dari Herodotus, seorang ahli ilmu sejarah yang berkebangsaan Yunani (484-42m SM), beliau adalah bapak Ilmu Pengetahuan Sejarah yang sudah diakui di seluruh dunia.

Naderlandsch Oost-Indie/ Nederlandsch Indie
Nama ini pertama kali disebut oleh Cornelis de Houtman, seorang pelaut Belkamu yang berkuasa di Indonesia. seperti yang ditulis pada catatan sejarah, Cornelis de Houtman adalah bangsawan Be;kamu yang pertama kali memimpin pasukannya untuk masuk ke Indonesia pada tahun 1596.

Insulinde
Nama selanjutnya adalah Insulinde yang pertama kali disebut oleh Eduard Douwes Dekker atau dipanggil juga Multatuli di dalam bukunya yang berjudul Max Havelaar pada tahun 1860. Nama ini di buat karena Multatulo merasa jijik mendengar nama Naderlandsch Indie yang diberikan oleh Belkamu. Adapun arti nama Insulinde berasal dari perkataan “Insulair”, “Insula” dan “Indus” yang dalam bahasa latin “Insula” berarti pulau dan “Indus” berarti Hindia sedangkan Insilinde berarti pulau Hindia.

Nusantara
Selanjutnya, ada nama Nusantara yang dalam perpustakaan India Kuno disebutkan untuk menamai Indonesia. adapun Nusantara atau Dwipantara berarti pulau-pulau yang berada diantara benua-benua. Dan dalam kitab Negarakertagama disebutkan kalau Nusantara adalah pulau-pulau kecil yang berada di luar tanah Jawa. Sedangkan dalam sejarah Melayu, dipakai nama Nusa Tamara. Nama inipin sesungguhnya berasal dari perkataan yang diucapkan Nusantara.

The Malay Archipelago
Nama ini diciptakan oleh Alfred Russel Wallace dalam tahun 1869, sesudah ia mengadakan perlawatan ke tanah air kita, dari tahun 1854 sampai dengan 1682. Adapun “Malay” artinya Melayu, “Archipel” yang berasal dari bahasa Yunani “Archipelagus” (dari asal Archi=memerintah; plagus= laut). Dengan demikian berarti menguasai laut atau berarti kumpulan pulau-pulau Melayu.
Read More

Tenggelam 25 Tahun , Kota Ini Muncul Kembali



Pada tahun 1920, desa wisata bernama Villa Epecuen berdiri di sepanjang tepi Lago Epecuen, sebuah danau garam sekitar 600 kilometer barat daya Buenos Aires, Argentina. Lago Epecuen sama seperti kebanyakan danau gunung lainnya, kecuali satu hal yang membuatnya berbeda. Danau ini memiliki kadar garam yang sangat tinggi, nomor dua di dunia setelah Laut Mati, dan sepuluh kali lebih tinggi dari laut manapun.

Seperti yang dikutip dari versesofuniverse.blogspot.com, Kekuatan terapi dari Lago Epecuen telah terkenal selama berabad-abad. Legenda mengatakan bahwa danau ini terbentuk oleh air mata dari seorang kepala suku yang menangis untuk rasa sakit dari kekasihnya. Dikatakan bahwa Epecuen – atau “musim semi abadi” – dapat menyembuhkan depresi, rematik, penyakit kulit, anemia, bahkan mengobati diabetes.



Pada akhir abad kesembilan belas, warga pertama dan pengunjung mulai berdatangan ke Villa Epecuen dan mendirikan tenda-tenda di tepi danau. Villa Epecuen kemudian berubah dari sebuah desa pegunungan yang damai menjadi sebuah resor wisata yang ramai. Desa ini segera memiliki jalur kereta api yang menghubungkannya ke Buenos Aires. Tak lama, wisatawan dari seluruh Amerika Selatan dan Dunia datang berbondong-bondong, dan pada tahun 1960-an, sebanyak 25.000 orang datang setiap tahun untuk berendam dalam air garam yang menenangkan tersebut. Penduduk Epecuen mencapai puncaknya pada tahun 1970-an dengan lebih dari 5.000 orang dan 300 jenis usaha berkembang disana, termasuk hotel, hostel, spa, toko-toko, dan museum.

Sekitar waktu yang sama, cuaca disana mulai berubah, secara bertahap memberikan hujan jauh lebih banyak dari biasanya ke bukit-bukit di sekitar Epecuen selama bertahun-tahun, dan Lago Epecuen pun mulai membengkak. Pada tanggal 10 November 1985, volume besar air menerobos bendungan dan membanjiri sebagian besar kota di bawah empat meter air. Pada tahun 1993, banjir secara perlahan menenggelamkan kota hingga 10 meter dibawah air.

Hampir 25 tahun kemudian, pada tahun 2009, cuaca berubah kembali dan air mulai surut. Villa Epecuen pun perlahan mulai muncul kembali ke permukaan.
Tidak ada yang kembali ke kota itu, kecuali satu orang bernama Pablo Novak, 81 tahun, yang kini menjadi penduduk satu-satunya Villa Epecuen.

“Saya baik-baik saja di sini, meskipun saya hanya sendirian. Saya membaca koran, dan saya selalu mengenang kota ini pada masa keemasannya di tahun 1960-an dan 70-an”, kata Novak.
Pada tahun 2011, fotografer AFP, Juan Mabromata, mengunjungi reruntuhan Villa Epecuen, bertemu dengan Pablo, dan kembali dengan foto-foto yang ada disini ….



 

Bekas rumah jagal di Villa Epecuen, Argentina, di antara pohon-pohon yang sudah lama mati namun masih berdiri. difoto pada tanggal 4 Mei 2011.






Satu-satunya penduduk Lone Villa Epecuen, Pablo Novak, dengan tungku kayu nya di rumahnya pãda Tanggal 3 Mei 2011.



 Seorang pria membandingkan foto Dari Villa Epecuen yang diambil pãda Tahun 1970 dengan keadaan villa epecuen setelah terendam hampir selama 25 tahun di bawah air.

Ini mirip dengan yang terjadi di India, dimana ada sebuah ‘kota’ yang ditelan tsunami dan kemudian setelah ribuan tahun, diungkap kembali oleh tsunami Aceh 2004.
Read More